Ingin kegiatan kamu di publish? hubungi admin kami. Kirim Artikel

Table of Content

Postingan

Banser Bukan Sekadar Baris, Tapi Garda Depan Ketahanan Pangan Indonesia

Penulis : Afif Fuad Hasan

Bojonegoro – Jika kebanyakan organisasi mengukur kekompakan anggotanya di lapangan tugas, dalam benak masyarakat, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) identik dengan seragam loreng, pengamanan acara keagamaan, dan kedisiplinan militeristik. Namun, di balik citra struktural tersebut, muncul kisah-kisah di akar rumput yang jauh lebih kontekstual dan relevan bagi kehidupan sehari-hari, salah satunya dari Banser Senior di Sumberrejo.

​Para Banser senior di Sumberrejo dikenal tidak hanya solid dalam menjaga keamanan dan mengawal kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam profesi utama mereka yaitu bertani. Fenomena ini menjadi potret unik bagaimana semangat gotong royong yang dihidupi Banser tetap menyala di sektor pertanian.

​Saya salut dengan komitmen para senior ini terhadap kekompakan tak luntur meski usia tak muda lagi dan tugas formal telah berkurang. Saat musim tanam tiba, kelompok Banser ini bertransformasi menjadi tim kerja pertanian yang efisien. Mereka saling membantu mulai dari pengolahan lahan, menanam bibit, ndaut bahasa petani kalau bahasa indonesianya memindahkan bibit ke lahan yang akan di tanami padi.

​Menurut saya kekompakan bukan hanya saat pakai seragam dan pengamanan. Semangat Jami’iyah (keorganisasian) itu sampai di bawa ke sawah, Kalau ada yang sawahnya butuh digarap cepat, yang lain langsung turun tangan. Ini bukan lagi soal tugas Banser, tapi soal seduluran persaudaraan.

​Solidaritas ini tidak hanya berbentuk tenaga, tetapi juga pertukaran ilmu dan sumber daya. Mereka berbagi informasi tentang teknik pertanian terbaru, saling meminjamkan alat, dan bahkan bersepakat dalam strategi pemasaran hasil panen agar semua anggota mendapatkan keuntungan yang adil.

​Ini saya garis bawahi, sebagai teladan bagi Banser seluruh Indonesia, kelompok ini menunjukkan bahwa nilai-nilai organisasi seperti kesetiaan, kerelaan berkorban, dan swadaya dapat menjadi fondasi kuat untuk kemandirian ekonomi.

​Kisah Banser senior Sumberrejo yang kompak bertani ini adalah cerminan sejati dari filosofi "Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat." Mereka membuktikan bahwa tangan yang terbiasa memberi hormat dan menjaga ketertiban, juga cekatan dalam mengolah tanah, demi menopang pangan dan ekonomi keluarga. Ini adalah solidaritas tanpa batas waktu dan tempat, dari seragam Banser hingga hamparan sawah hijau harus dilihat sebagai cerminan filosofi organisasi yang sebenarnya adalah totalitas pengabdian. Ini bukan sekadar tentang menjaga keutuhan NKRI dari ancaman ideologi transnasional, tetapi juga menjaga ketahanan perut masyarakat melalui kerja nyata.

Menurut saya ada dua hal yang dapat kita ambil pelajaran dari Banser Senior Sumberjo ini yaitu :

​Yang pertama Relevansi Organisasi Non-Struktural, ​Di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi, Banser senior di Sumberrejo menunjukkan bahwa jaringan sosial dan solidaritas organisasi masih menjadi aset vital di desa. Kekuatan yang mereka bangun saat berkhidmat kini dimanfaatkan secara kolektif untuk kepentingan ekonomi.

Bantuan tenaga saat mengolah sawah, berbagi pengetahuan tentang teknik tanam, hingga strategi bersama dalam menjual hasil panen, membuktikan bahwa persaudaraan (seduluran) yang diikat seragam adalah modal sosial yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

​Yang kedua yaitu Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas, Saat pemerintah gencar mendorong ketahanan pangan nasional, kelompok-kelompok seperti Banser Sumberrejo inilah yang menjadi pilar riilnya. Mereka memastikan siklus tanam berjalan lancar, meminimalkan biaya operasional dan yang terpenting, mereka memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga.

​Kekompakan mereka di sawah adalah sebuah teladan berharga. Banser senior Sumberrejo ini menegaskan kembali bahwa nilai-nilai keorganisasian seperti disiplin, loyalitas, dan kerelaan berkorban, tidak hanya berlaku dalam konteks pertahanan sipil, tetapi juga sangat aplikatif dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi berbasis pertanian.

​Banser Sumberrejo memberikan pesan kuat yaitu kekompakan sejati adalah kekompakan yang fungsional dan berdampak nyata. Tangan yang biasa memegang tongkat komando, kini cekatan memegang cangkul, menopang martabat dan kemandirian. Inilah prototipe organisasi kemasyarakatan yang relevan, fungsional, dan inspiratif di era modern.

Semoga bermanfaat dan barokah untuk kita semua. Ammiin

Posting Komentar