BOJONEGORO – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro bersinergi dengan PAC GP Ansor Ngasem menggelar agenda kaderisasi besar-besaran bertajuk "Kaderisasi 3 Matra". Kegiatan yang mencakup Pelatihan Kader Dasar (PKD), Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser, serta Dirosah Ula (MDS Rijalul Ansor) ini dipusatkan di Pondok Pesantren Asyakur Al Marzuqi pada 13–15 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis organisasi dalam mencetak kader yang tangguh secara ideologi, disiplin dalam pengabdian, dan mendalam secara spiritual.
Keberlanjutan Organisasi Melalui Kaderisasi
Hadir langsung dalam pembukaan acara, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, H. Musyafa Safril, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi kaderisasi di Bojonegoro. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberlangsungan organisasi sangat bergantung pada regenerasi yang tidak terputus.
"Kaderisasi harus berjalan terus tanpa henti. Inilah jantung organisasi. Hanya dengan proses pendidikan yang berkelanjutan, kita bisa menjamin GP Ansor tetap produktif dan relevan dalam menjawab tantangan zaman," tegas H. Musyafa Safril di hadapan ratusan peserta.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nurwahyudi, mengingatkan seluruh panitia dan peserta untuk tidak sekadar menjadikan kegiatan ini sebagai formalitas. Ia mengajak seluruh elemen untuk melakukan refleksi mendalam demi kualitas output kaderisasi.
"Kita harus terus berefleksi agar seluruh kegiatan kaderisasi berjalan maksimal. Bukan hanya soal kuantitas atau banyaknya jumlah peserta, tapi bagaimana kualitas setiap kader yang lulus dari sini benar-benar mampu membawa manfaat bagi masyarakat dan menjaga marwah ulama," ujar Nurwahyudi. (Afha)
