Ingin kegiatan kamu di publish? hubungi admin kami. Kirim Artikel

Table of Content

Postingan

Ansor Bojonegoro Pacu Kaderisasi dan Pengabdian

BOJONEGORO — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan sejumlah agenda organisasi, termasuk persiapan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Kecamatan Balen.

Persiapan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Pleno Pengurus Cabang GP Ansor Bojonegoro yang digelar di Aula PCNU Bojonegoro, Rabu (12/8/2026). Rapat yang dimulai pukul 14.00 WIB itu juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja hasil rapat kerja organisasi.

Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nur Wahyudi, dalam arahan dan sambutannya menegaskan bahwa evaluasi kinerja perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan program kerja yang telah disepakati benar-benar dijalankan.

Menurutnya, rapat pleno tidak boleh hanya menjadi forum administratif, tetapi harus menjadi ruang untuk melihat sejauh mana masing-masing bidang telah menjalankan program kerja dan bagaimana komitmen pelaksanaannya ke depan.

“Karena kita sudah melaksanakan rapat kerja, maka perlu ada evaluasi kerja yang kita lakukan. Ini menjadi kesempatan untuk melihat mana bidang yang sudah memiliki program, sudah melaksanakan, maupun yang akan melaksanakan program, termasuk memastikan kapan pelaksanaannya,” ujarnya.

Dalam arahannya, Nurwahyudi memberikan perhatian khusus terhadap agenda PKL yang akan digelar pada Oktober mendatang. Ia menilai PKL merupakan salah satu agenda besar kaderisasi yang harus dipersiapkan secara serius.

Ia mengingatkan bahwa GP Ansor Bojonegoro sudah cukup lama tidak menyelenggarakan PKL. Karena itu, pelaksanaan PKL 2026 diharapkan menjadi momentum untuk kembali menguatkan proses kaderisasi di tingkat cabang.

“Target kita adalah PKL Kabupaten Bojonegoro dilaksanakan pada 8, 9, 10, dan 11 Oktober. Insyaallah akan dilaksanakan di Kecamatan Balen,” ungkapnya.

Nurwahyudi menekankan bahwa keberhasilan PKL bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia atau bidang kaderisasi. Seluruh jajaran Pimpinan Cabang GP Ansor Bojonegoro harus memiliki rasa tanggung jawab yang sama untuk menyukseskan agenda tersebut.

Ia mengajak seluruh pengurus untuk bergotong royong, baik dalam memastikan kelancaran pelaksanaan maupun meningkatkan kualitas kegiatan.

“Hajat PKL ini mari kita sukseskan bersama. Bukan hanya organisasi atau panitia yang memiliki tanggung jawab, tetapi seluruh pimpinan cabang harus ikut bergotong royong menyukseskannya,” tegasnya.

Menurutnya, PKL harus dipandang bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan bagian penting dari proses menyiapkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, loyalitas, dan komitmen pengabdian kepada organisasi, masyarakat, bangsa, serta Nahdlatul Ulama.

Untuk memastikan agenda tersebut berjalan optimal, struktur awal kepanitiaan PKL 2026 telah dibentuk secara internal. Dalam rapat pleno, struktur tersebut kembali dibahas untuk dilengkapi sehingga seluruh kebutuhan kepanitiaan dapat segera dipenuhi.

Nurwahyudi menyebut kepanitiaan awal telah mencakup unsur ketua, sekretaris, bendahara, serta beberapa bidang. Rapat pleno diharapkan dapat melengkapi struktur tersebut sekaligus membagi tugas secara jelas kepada masing-masing personel.

Dengan demikian, persiapan PKL dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menunggu mendekati hari pelaksanaan.

Selain membahas PKL, Nur Wahyudi juga mengingatkan seluruh pengurus mengenai fakta integritas yang telah mereka tandatangani ketika masuk dalam jajaran Pimpinan Cabang GP Ansor Bojonegoro.

Menurutnya, fakta integritas bukan sekadar dokumen administratif yang tercantum dalam berkas organisasi. Di dalamnya terdapat komitmen untuk melaksanakan kewajiban sebagai pengurus GP Ansor.

“Organisasi ini bukan hanya milik ketua, bukan hanya milik sekretaris, tetapi milik kita bersama. Kita sudah bersumpah dan berkomitmen menjadi pimpinan cabang GP Ansor Kabupaten Bojonegoro. Nama yang tercantum dalam SK tidak boleh hanya menjadi tulisan, tetapi komitmen itu harus diwujudkan secara nyata,” katanya.

Ia berharap seluruh pengurus tidak hanya aktif ketika terdapat agenda besar, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap tugas masing-masing bidang secara berkelanjutan.

Rapat pleno juga diarahkan untuk mengidentifikasi program-program kerja yang telah disusun dalam rapat kerja sebelumnya. Masing-masing bidang diharapkan dapat menyampaikan perkembangan program, kendala yang dihadapi, serta rencana pelaksanaan berikutnya.

Evaluasi tersebut dinilai penting agar program kerja tidak berhenti pada dokumen hasil rapat kerja. Setiap program harus memiliki target, pelaksana, waktu pelaksanaan, serta komitmen untuk menyelesaikannya.

Dengan pola tersebut, GP Ansor Bojonegoro berharap agenda organisasi dapat berjalan lebih terukur dan mampu mencapai target yang telah ditetapkan.

Selain PKL, Nur Wahyudi menyampaikan bahwa GP Ansor Bojonegoro juga tengah menyiapkan agenda besar lainnya, yakni program penghijauan melalui penanaman pohon di lahan petani.

Program tersebut direncanakan mencakup lahan sekitar 50 hektare yang telah dikoordinasikan dengan pihak petani. Pelaksanaannya ditargetkan kembali dimatangkan setelah agenda PKL selesai, dengan mengangkat isu penghijauan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya GP Ansor untuk tidak hanya bergerak dalam bidang kaderisasi internal, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui rapat pleno tersebut, GP Ansor Bojonegoro berupaya memastikan agenda kaderisasi dan program pengabdian masyarakat berjalan beriringan.

PKL menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kader, sedangkan agenda penghijauan menjadi salah satu bentuk implementasi pengabdian sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Nurwahyudi berharap seluruh pengurus dapat menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kebersamaan organisasi.

Baginya, organisasi akan memiliki kekuatan apabila seluruh pengurus tidak sekadar tercantum dalam struktur, tetapi benar-benar menjalankan tanggung jawab yang telah diamanahkan.

“Organisasi ini milik kita bersama. Karena itu, komitmen yang sudah kita nyatakan harus diwujudkan dalam kerja nyata,” tegasnya.

Sementara itu, jalannya rapat pleno dipimpin oleh Sekretaris PC GP Ansor Bojonegoro, Imam Hambali. Sejumlah agenda organisasi dibahas, mulai dari evaluasi program kerja, pemantapan PKL Oktober 2026, penyempurnaan kepanitiaan, hingga persiapan agenda organisasi lainnya.

Rapat tersebut sekaligus menjadi langkah konsolidasi GP Ansor Bojonegoro untuk memastikan program kerja tidak hanya tersusun secara administratif, tetapi benar-benar dilaksanakan secara kolektif, terukur, dan berkelanjutan. (San)

Posting Komentar