Ingin kegiatan kamu di publish? hubungi admin kami. Kirim Artikel

Table of Content

Postingan

Banser Bojonegoro Didorong Cerdas Berinvestasi, Waspadai Investasi Bodong dan Judi Online

Bojonegoro – Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Bojonegoro menggelar kegiatan Literasi Keuangan Reksadana Syariah Kader Banser dalam rangka RKTL Susbanpim IX di Aula PCNU Bojonegoro, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi kader agar memahami investasi secara rasional sekaligus terhindar dari investasi ilegal, pinjaman online, dan judi online.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan tokoh, yakni Wasekjen PP GP Ansor Sahabat Zulkarnain, Ketua PC GP Ansor Bojonegoro Moch. Nurwahyudi, Satkorcab Banser Bojonegoro Moh. Muhtadin, Milado Pani dari OJK Jawa Timur, serta Adi Wira Brata dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, peserta diingatkan bahwa investasi tidak selalu menghasilkan keuntungan. Setiap instrumen memiliki risiko sehingga calon investor harus mengetahui secara jelas produk yang dibeli, potensi keuntungan, serta kemungkinan kerugiannya.

“Tidak ada investasi yang pasti untung. Mesti tahu apa risikonya,” menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut.

Materi BEI menjelaskan bahwa investasi merupakan penempatan uang pada produk atau proyek dengan harapan memperoleh keuntungan pada masa mendatang. Namun, investasi harus disertai analisis menyeluruh, pertimbangan risiko, dan keuntungan yang rasional. Tanpa proses tersebut, keputusan keuangan dapat berubah menjadi spekulasi. Pasar modal sendiri mempertemukan perusahaan yang membutuhkan dana jangka panjang dengan investor melalui instrumen seperti saham, obligasi, dan reksadana.

Peserta juga memperoleh gambaran bahwa saham merupakan bukti kepemilikan atas perusahaan, sedangkan reksadana memungkinkan investasi dikelola secara profesional dan terdiversifikasi sesuai tujuan investor masing-masing.

Dalam materi juga dijelaskan reksadana sebagai wadah penghimpunan dana masyarakat yang selanjutnya dikelola Manajer Investasi untuk ditempatkan pada portofolio efek. Produk pasar modal memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan serta jangka waktu investasi.

Khusus pasar modal syariah, materi menekankan bahwa aktivitas investasi harus tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Transaksi yang mengandung riba, gharar atau ketidakjelasan, dan maysir berupa unsur untung-untungan, penipuan, atau manipulasi termasuk hal yang harus dihindari.

Pesan utama kegiatan ini adalah pentingnya literasi sebelum menempatkan uang. Kader Banser diminta tidak mudah tergiur promosi keuntungan tinggi, terlebih hanya karena melihat testimoni atau iming-iming hasil cepat.

“Jangan sampai Banser yang di Bojonegoro ini ada yang kena tipu investasi bodong. Banser

harus pintar, harus tahu mana yang legal dan mana yang ilegal,” pesan yang mengemuka dalam kegiatan.

Melalui edukasi tersebut, kader diharapkan mampu menjadi masyarakat yang lebih kritis dalam mengambil keputusan finansial, tidak terjebak utang konsumtif, pinjaman online bermasalah, maupun judi online, serta memilih instrumen investasi secara aman, legal, dan sesuai prinsip syariah.

Selain memberikan pemahaman tentang produk investasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya membaca informasi resmi sebelum membeli. Calon investor perlu memahami prospektus, fund fact sheet, profil risiko, biaya, serta kinerja produk agar keputusan investasi dilakukan secara sadar dan tidak semata-mata mengejar keuntungan tinggi. (Red)

Posting Komentar