Sumberrejo — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumberrejo bersama Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Kedungadem menggelar upgrading dan latihan gabungan (latgab) di Pondok Pesantren Dungmas Darussalam, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem. Ahad, (13/9/26).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta, terdiri atas anggota Ansor dan Banser PAC Sumberrejo dan Kedungadem, serta santri, pengurus, dan pelajar Pondok Pesantren Darussalam Dungmas Kedungrejo.
Khusus bagi Banser, kegiatan upgrading diisi dengan penyetaraan materi teknik pengamanan serta penyetaraan atribut sesuai dengan Peraturan Organisasi. Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kasatprovost Satkorcab Banser Bojonegoro, Muhammad Khoiril.
Selain materi kebanseran, kegiatan juga menjadi bagian dari Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (RKTL) PKN ke-X dengan menghadirkan materi content creator berbasis kecerdasan buatan (AI).
Materi tersebut disampaikan oleh Sahabat Ahsanul Amilin, M.Pd., yang merupakan bidang Kaderisasi PW GP Ansor Jawa Timur Zona Pantura sekaligus Ketua Kaderisasi PC GP Ansor Bojonegoro, bersama M. Fatkhul Choiri.
Ketua PAC GP Ansor Sumberrejo, Muh. Sujud, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan PAC GP Ansor Sumberrejo sebagai tempat pelaksanaan RKTL PKN ke-X.
“Apresiasi yang luar biasa atas kepercayaan PAC Sumberrejo ditempati sahabat seperjuangan Ahsanul Amilin dan M. Fatkhul Choiri dalam menyelesaikan RKTL PKN ke-X dengan upgrading materi konten kreator berbasis AI,” ujarnya.
Menurutnya, materi tersebut sangat penting di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin pesat. Kader Ansor dan Banser, serta para santri, diharapkan mampu memanfaatkan telepon seluler dan media digital secara produktif.
“Besar harapan kami, para sahabat dan santri bisa memanfaatkan HP dan medianya sebagai sarana dakwah, mengedukasi masyarakat, serta meng-counter berita-berita yang kurang baik dengan konten-konten positif,” lanjut Muh. Sujud.
Ia menilai kemampuan membuat konten digital menjadi salah satu keterampilan penting bagi kader muda saat ini. Dengan pemanfaatan teknologi AI secara bijak, kader diharapkan mampu menghadirkan konten yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan upgrading dan latgab tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan kapasitas kader, baik dalam aspek kebanseran, pengamanan, kaderisasi maupun literasi digital, sehingga Ansor dan Banser dapat semakin siap menghadapi tantangan organisasi dan perkembangan zaman. (San)
