Bojonegoro — Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Kalirejo, Kecamatan Bojonegoro, menggelar pengajian umum dan gebyar sholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (13/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Al Mukhlisin, Desa Kalirejo, tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Safari Maulid yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting GP Ansor Kalirejo.
Pengajian menghadirkan Kyai Abu Sujak dari Kanor sebagai penceramah. Kegiatan diisi dengan lantunan sholawat dan tausiyah keagamaan yang mengajak jamaah untuk semakin mencintai Nabi Muhammad SAW serta memperbanyak amalan sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat.
Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Kalirejo, M. Dzikrul Hakim, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya GP Ansor untuk menghidupkan tradisi keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Kyai Abu Sujak mengingatkan jamaah mengenai pentingnya memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia mengajak umat Islam untuk membiasakan membaca sholawat sedikitnya 10 kali dalam sehari semalam.
Menurutnya, sholawat merupakan salah satu bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah SAW dan menjadi amalan yang perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas keutamaan sholawat, Kyai Abu Sujak juga menyampaikan sejumlah nasihat mengenai sedekah dan berbagi kepada keluarga. Ia menganjurkan agar momentum 10 Muharam atau Asyura diisi dengan memperbanyak sedekah, termasuk memberikan makanan kepada pasangan, anak, dan keluarga dekat.
Ia juga menyampaikan amalan yang menurutnya dapat dilakukan pada Jumat terakhir bulan Rajab dengan memperbanyak bacaan yang berkaitan dengan kecintaan kepada Rasulullah SAW, terutama ketika duduk di antara dua khutbah Jumat.
Dalam kesempatan tersebut, Kyai Abu Sujak juga mengingatkan jamaah agar tidak menjadikan peringatan Maulid Nabi sekadar sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum Maulid hendaknya menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW yang diwujudkan melalui amal kebaikan dan kepedulian kepada sesama.
Ia turut menyampaikan anjuran terkait uang yang dikeluarkan ketika menghadiri pembacaan Maulid Nabi. Uang tersebut, menurut nasihat yang disampaikannya, dapat disimpan di dalam dompet dan dicampurkan dengan uang lainnya sebagai bagian dari ikhtiar dan tabarruk.
Rangkaian Safari Maulid yang ditutup melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada acara peringatan semata. Nilai-nilai yang disampaikan dalam tausiyah diharapkan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dengan memperbanyak sholawat, bersedekah, menjaga silaturahmi, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan pengajian umum dan sholawat tersebut menjadi momentum bagi GP Ansor Kalirejo untuk terus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat. (San)
